Juve Kalah, Italia Gagal Ambil Jatah Inggris Di UCL

Juve Kalah, Italia Gagal Ambil Jatah Inggris Di UCL

Berita Bola, Judi Online, Judi Bola, Bandar Bola, Agen Judi, Agen Bola, Agen Sbobet Terpercaya

INDOBOLA – Tersingkirnya wakil Italia, Juventus di  ajang Liga Champions bukan hanya dirayakan oleh para pendukung Bayern Munchen. Klub-klub Liga Premier Inggris pun turut mensyukuri kekalahan Juventus tersebut karena kuota mereka di Liga Champions dipastikan tidak jadi berkurang.

Sebelum pertandingan antara Bayern dengan Juventus, Kamis (17/3) dinihari WIB itu, Italia memiliki peluang untuk melewati Inggris pada ranking koefisien UEFA. Namun, kekalahan Si Nyonya Besar dengan 2-4 (agregat 4-6), yang sekaligus mengakhiri laju mereka di ajang itu, juga membuat pergeseran tersebut batal terjadi.

Liga Premier saat ini berada di posisi tiga keofisien UEFA, berada di bawah La Liga Spanyol dan Bundesliga Jerman. Bertahan di posisi tersebut memastikan Liga Premier tetap memiliki empat wakil untuk ajang Liga Champions musim 2017/2018 nanti.

Inggris justru memiliki kans untuk menjauhkan lagi jaraknya dari Italia sebab mereka masih memiliki banyak wakil di kompetisi Eropa. Manchester City masih berlaga di Liga Champions, sementara itu Manchster United, Liverpool dan Tottenham Hotspur berharap masih dapat melanjutkan kiprah mereka di ajang Liga Europa. Kondisi sebaliknya bagi Italia. Mereka tak punya lagi wakil di Liga Champions, sementara di Liga Europa mereka hanya menyisakan satu tim yaitu Lazio.

Dalam menentukan jatah tiap negara di ajang Liga Champions dan Liga Europa, UEFA menggunakan penghitungan nilai koefisien tiap negara tersebut. Nilai Koefisien itu didapat dari performa tim-tim mereka di kompetisi antarklub Eropa dalam lima tahun terakhir. Untuk musim 2015-2016 ini misalnya, koefisiensi dihitung berdasarkan performa tim-tim sejak musim 2009-2010 hingga 2013-2014. 

Di tahun 2012 lalu Inggris sebenarnya masih bertengger di posisi teratas. Tetapi buruknya performa klub-klub Liga Premier di Liga Europa membuat posisi mereka terus mengalami kemerosotan.

Dalam tiga musim terakhir mereka, Inggris hanya memiliki dua wakil saja di babak delapan besar Liga Champions dan hanya memiliki satu semifinalis. Periode terburuknya adalah di musim 2013-2014 saat tak ada satupun tim Inggris dapat melangkah lebih jauh dari babak perdelapanfinal.

Padahal dalam kurun waktu 2006-07 hingga 2008-09, tim-tim Inggris sangat mendominasi Eropa. Pada periode itu pula Liga Premier menempatkan paling tidak tiga semifinalis. Sementara dalam kurun waktu 2004 hingga 2012, tercatat ada tujuh klub Liga Premier yang menjadi finlalis Liga Champions. Namun kondisinya telah berubah saat ini.

Spanyol mendominasi Eropa dengan trio Barcelona, Real Madrid dan Atletico Madrid di ajang Liga Champions. Sementara Sevilla juga berulang kali berjaya di  ajang Liga Europa. Sementara Italia kini mulai mengejar melalui Juventus, yang musim lalu menjadi finalis Liga Champions sebelum ditundukkan oleh Barcelona.

(MC) Judi Online Agen SBOBET

Berita Terkait

PSV Puas Tahan Imbang Atletico Tanpa Gol
Jelang Duel Real Madrid vs AS Roma
City Lolos Ke Perempatfinal Usai Imbangi Kiev 0-0
Duel Manchester City vs Real Madrid Berakhir Imbang Tanpa Gol
Mourinho: Kami Memainkan Sepakbola Fantasi

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *